BAB: 3. MUNAFIK DAN KERAS HATI TAK AKAN PERNAH MAJU
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah: SMAN 1 CLURING
Nama Penyusun: Drs. Suroso
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)
Fase / Kelas / Semester: E / XII / Ganjil
Alokasi Waktu: 3 Pertemuan (6 x 45 menit)
Tahun Pelajaran: 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik di kelas XII diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang akhlak terpuji dan tercela dari jenjang sebelumnya. Mereka juga diharapkan sudah familiar dengan membaca dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an serta hadis. Minat peserta didik mungkin bervariasi; beberapa mungkin memiliki kesadaran spiritual yang tinggi dan mudah menghubungkan materi dengan kehidupan pribadi, sementara yang lain mungkin masih membutuhkan motivasi eksternal. Latar belakang keluarga dan lingkungan sosial yang berbeda dapat memengaruhi pemahaman mereka tentang munafik dan keras hati. Kebutuhan belajar yang mungkin muncul adalah perlunya contoh-contoh konkret, diskusi terbuka, dan strategi untuk menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Munafik dan Keras Hati Tak Akan Pernah Maju" meliputi pengetahuan konseptual (definisi munafik dan keras hati), pengetahuan faktual (ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis terkait), serta pengetahuan prosedural (cara menghindari sifat-sifat tersebut). Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik, terutama dalam membentuk karakter, berinteraksi sosial, dan menjaga integritas diri. Tingkat kesulitan materi ini moderat, di mana pemahaman teks relatif mudah, namun internalisasi nilai dan perubahan perilaku memerlukan kesadaran dan upaya yang berkelanjutan. Struktur materi akan dimulai dari pemahaman konsep, dalil, ciri-ciri, dampak, hingga upaya menghindarinya. Integrasi nilai dan karakter yang sangat kuat adalah Keimanan dan Ketakwaan, Jujur, Tanggung Jawab, Rendah Hati, Empati, Komunikasi, dan Kemandirian dalam menjaga akhlak.
D. DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik memiliki kesadaran akan bahaya sifat munafik dan keras hati sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap ajaran agama.
Kewargaan: Peserta didik mampu berinteraksi sosial dengan jujur dan tulus, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis ciri-ciri sifat munafik dan keras hati dalam diri dan lingkungan sekitar, serta merumuskan upaya untuk menghindarinya.
Kemandirian: Peserta didik memiliki kesadaran diri untuk mengevaluasi dan memperbaiki perilaku diri agar terhindar dari sifat munafik dan keras hati.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis, beberapa cabang iman (syu'ab al-īmān), keterkaitan antara iman, Islam, dan ihsan, manfaat menghindari penyakit sosial, adab bermasyarakat, ketentuan dakwah, muamalah, hukum keluarga (al-aḥwāl al-syakhṣiyyah), dan peran tokoh Islam di dunia serta organisasi Islam di Indonesia. Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
Elemen
Capaian Pembelajaran
Al-Qur’an dan Hadis
Peserta didik memahami ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya berpikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, memelihara kehidupan manusia, dan moderasi beragama.
Akidah
Peserta didik memahami beberapa cabang iman (syu'ab al-īmān), keterkaitan antara iman, Islam, dan ihsan.
Akhlak
Peserta didik memahami manfaat menghindari penyakit sosial; Memahami adab bermasyarakat dan etika digital dalam Islam.
Fikih
Peserta didik memahami ketentuan khotbah, tablig dan dakwah, muamalah, munakahat, dan mawāris.
Sejarah Peradaban Islam
Peserta didik memahami peran tokoh ulama dalam perkembangan peradaban Islam di dunia dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Materi ini memiliki relevansi dengan beberapa disiplin ilmu lain, antara lain:
Pendidikan Kewarganegaraan: Konsep integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.
Bimbingan Konseling (BK): Aspek pengembangan karakter, pengelolaan emosi (terkait keras hati), dan membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Sosiologi: Analisis perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat, serta dampak dari sifat-sifat negatif terhadap harmoni sosial.
Psikologi: Pemahaman tentang motivasi perilaku, pembentukan karakter, dan mekanisme pertahanan diri yang keliru.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
Melalui kegiatan membaca dan mencermati ayat-ayat Al-Qur'an (QS. An-Nisa/4: 142 dan QS. Al-Baqarah/2: 74) dan hadis terkait, peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian serta ciri-ciri perilaku munafik dan keras hati dengan benar.
Setelah diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis dampak negatif perilaku munafik dan keras hati bagi diri sendiri dan masyarakat dengan komprehensif.
Pertemuan 2 (2 x 45 menit)
Melalui studi kasus dan diskusi, peserta didik mampu menemukan kaitan antara sifat munafik dan keras hati dengan ketertinggalan umat/kemunduran diri dengan logis.
Berdasarkan pemahaman tentang dalil dan ciri-ciri, peserta didik mampu merumuskan upaya-upaya preventif dan kuratif untuk menghindari perilaku munafik dan keras hati dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif.
Pertemuan 3 (2 x 45 menit)
Dengan merancang proyek sederhana, peserta didik mampu mempresentasikan kampanye mini tentang bahaya sifat munafik dan keras hati serta ajakan untuk berakhlak mulia secara persuasif dan komunikatif.
Melalui refleksi diri, peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai kejujuran, ketulusan, dan kelembutan hati sebagai modal untuk maju dan meraih keberkahan dalam kehidupan.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada berbagai aspek yang relevan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat, antara lain:
Sikap "Asal Bapak Senang" (ABS): Fenomena ketidakjujuran atau kemunafikan demi mendapatkan pujian atau keuntungan.
Berita Bohong (Hoax) dan Fitnah: Perilaku menyebarkan kebohongan atau memfitnah yang mencerminkan kemunafikan.
Intoleransi dan Fanatisme: Sikap keras hati yang menolak kebenaran atau perbedaan pendapat.
Egoisme dan Sombong: Sifat keras hati yang menghalangi penerimaan nasihat dan kebaikan.
Janji Palsu: Ilustrasi perilaku munafik dalam konteks janji yang tidak ditepati.
Kasus Penipuan/Korupsi: Contoh dampak nyata dari kemunafikan dalam kehidupan sosial dan bernegara.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. PRAKTIK PEDAGOGIK
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (mendorong peserta didik untuk bertanya, menyelidiki, dan menemukan sendiri), Problem-Based Learning (menganalisis kasus dan mencari solusi), dan Project-Based Learning (menghasilkan kampanye mini).
Strategi Pembelajaran: Collaborative Learning (Diskusi kelompok, Think-Pair-Share), Active Learning (analisis kasus, presentasi), dan Reflective Learning (jurnal refleksi).
Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, membaca mandiri, presentasi, dan proyek.
2. KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Lingkungan Sekolah: Guru BK untuk mendukung pembentukan karakter, Guru Bahasa Indonesia/Seni Budaya untuk pengembangan proyek kampanye, kepala sekolah/guru lain sebagai teladan.
Lingkungan Luar Sekolah: Orang tua/wali sebagai pendukung dan pengawas perilaku di rumah, tokoh masyarakat/ulama sebagai narasumber (jika memungkinkan) tentang akhlak mulia.
Masyarakat: Mengajak peserta didik untuk mengamati fenomena munafik dan keras hati di lingkungan sekitar mereka dan menemukan masalah nyata yang relevan.
3. LINGKUNGAN BELAJAR
Ruang Fisik: Kelas yang nyaman dan fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi proyektor/layar, dan akses internet.
Ruang Virtual: Google Classroom sebagai Learning Management System (LMS) untuk berbagi materi (termasuk halaman relevan dari BG 12 dan BS 12), mengumpulkan tugas, memberikan umpan balik, dan sebagai forum diskusi asinkron.
Budaya Belajar: Budaya keterbukaan, saling menghargai pendapat, berani mengakui kesalahan, dan berkomitmen untuk memperbaiki diri. Mendorong lingkungan yang aman untuk refleksi diri.
4. PEMANFAATAN DIGITAL
Perpustakaan Digital: Mengakses tafsir Al-Qur'an digital, hadis online, atau artikel-artikel islami yang membahas sifat munafik dan keras hati.
Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau platform lain untuk diskusi kasus, berbagi pandangan, dan memberikan komentar pada ide proyek.
YouTube/Video Edukasi: Menonton video ceramah atau kisah inspiratif tentang pentingnya kejujuran dan bahaya kemunafikan.
Mentimeter/Google Forms: Untuk polling pendapat, mengumpulkan contoh perilaku, atau sebagai media pre-test dan post-test singkat.
Google Slides/Canva: Untuk membuat materi presentasi proyek kampanye mini yang menarik.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)
Pembukaan dan Salam: Guru menyambut peserta didik dengan hangat dan menciptakan suasana yang ramah.
Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan kutipan motivasi dari Al-Qur'an/Hadis tentang pentingnya kejujuran atau video singkat tentang dampak buruk ketidakjujuran/kesombongan. Peserta didik diajak merefleksikan perasaan mereka.
Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan kutipan/video yang bervariasi untuk menarik minat berbagai peserta didik.
Motivasi (Joyful Learning): Guru memulai dengan brainstorming kata-kata kunci terkait "kemajuan" atau "kesuksesan" dan menghubungkannya dengan akhlak, atau games sederhana yang menekankan kejujuran.
Penyampaian Tujuan (Mindful Learning): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas, mengaitkan materi dengan pentingnya pembentukan karakter yang baik untuk masa depan.
Asesmen Awal (Diagnostik): Guru melakukan pertanyaan lisan singkat atau polling anonim (Mentimeter/Google Forms) tentang pemahaman awal mereka mengenai sifat munafik dan keras hati, atau pengalaman mereka melihat perilaku tersebut.
Diferensiasi Proses: Peserta didik yang enggan berbicara dapat menggunakan tulisan untuk menjawab pertanyaan.
PERTEMUAN 1: MEMAHAMI KONSEP DAN DAMPAK
Eksplorasi Dalil (Memahami):
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan potongan ayat QS. An-Nisa/4: 142 dan QS. Al-Baqarah/2: 74, serta beberapa hadis terkait sifat munafik dan keras hati (disiapkan dari buku BS 12).
Peserta didik diminta membaca, menerjemahkan, dan menafsirkan secara singkat (dengan bantuan terjemahan/tafsir singkat yang disediakan).
Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan beberapa opsi terjemahan atau tafsir yang lebih sederhana/lengkap untuk mengakomodasi perbedaan tingkat pemahaman.
Diferensiasi Proses: Kelompok dengan kemampuan memahami teks Arab lebih baik dapat diberikan tugas menafsirkan lebih dalam.
Identifikasi Ciri dan Dampak (Mengaplikasi):
Setelah memahami dalil, peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri perilaku munafik dan keras hati, serta menganalisis dampak negatifnya bagi individu dan masyarakat.
Diferensiasi Produk: Hasil diskusi dapat disajikan dalam bentuk mind map, daftar poin, atau presentasi singkat.
Presentasi Kelompok dan Diskusi Kelas: Masing-masing kelompok mempresentasikan temuan mereka, dan guru memfasilitasi diskusi serta memberikan penguatan konsep.
PERTEMUAN 2: KAITAN DENGAN KEMAJUAN DAN UPAYA MENGHINDARI
Studi Kasus KontekstUAL (Memahami & Mengaplikasi):
Guru menyajikan beberapa studi kasus atau skenario nyata (misal: "Seseorang yang sering berjanji tapi tidak menepati," "Seseorang yang tidak mau menerima nasihat meskipun tahu itu benar").
Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus-kasus tersebut, mengidentifikasi sifat munafik/keras hati yang terlibat, dan memprediksi dampaknya terhadap kemajuan diri/kelompok/masyarakat.
Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan kasus dengan kompleksitas yang berbeda atau melibatkan berbagai konteks (sekolah, keluarga, masyarakat).
Merumuskan Solusi (Mengaplikasi & Kreativitas):
Berdasarkan analisis, peserta didik merumuskan berbagai upaya praktis untuk menghindari dan mengobati sifat munafik dan keras hati. Mereka diminta berpikir kreatif untuk menemukan cara-cara yang relevan dengan usia mereka.
Diferensiasi Proses: Guru dapat memberikan panduan pertanyaan untuk membantu merumuskan solusi (misal: "Apa yang harus kamu lakukan jika merasa keras hati?").
Presentasi Ide dan Umpan Balik: Setiap kelompok mempresentasikan rumusan solusi mereka. Guru memberikan umpan balik dan mengarahkan diskusi ke solusi yang paling efektif dan sesuai syariat.
PERTEMUAN 3: PROYEK KAMPANYE DAN INTERNALISASI NILAI
Dalam kelompok, peserta didik merencanakan "Kampanye Mini Anti Munafik dan Keras Hati". Bentuk proyek dapat berupa poster digital, infografis, short video (1-2 menit), podcast singkat, atau jingle (sesuai minat dan kemampuan).
Diferensiasi Produk: Peserta didik memilih format proyek sesuai minat dan bakat mereka (audiovisual, visual, tulisan). Guru memberikan panduan dan batas waktu pengerjaan.
Presentasi Proyek (Mengaplikasi & Komunikasi):
Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan apresiasi dan masukan.
Refleksi Diri dan Komitmen (Merefleksi & Kemandirian):
Guru memandu refleksi mendalam. Peserta didik menulis journal entry pribadi tentang pengalaman belajar, apa yang paling berkesan, dan bagaimana mereka berkomitmen untuk menghindari sifat munafik dan keras hati dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Diferensiasi Proses: Refleksi bisa dalam bentuk tulisan bebas, mengisi tabel refleksi, atau lisan jika nyaman.
KEGIATAN PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)
Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang keseluruhan proses pembelajaran, menyoroti partisipasi aktif, kualitas proyek, dan pertumbuhan karakter. Guru memberikan apresiasi atas usaha dan komitmen peserta didik.
Penyimpulan (Meaningful Learning): Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali bahaya sifat munafik dan keras hati, serta pentingnya kejujuran, ketulusan, dan kelembutan hati sebagai kunci kemajuan diri dan umat.
Refleksi Akhir: Guru mengakhiri dengan kalimat motivasi atau doa agar peserta didik senantiasa istiqamah dalam berakhlak mulia.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar singkat untuk bab berikutnya dan memberikan motivasi untuk terus mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari.
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang konsep munafik dan keras hati, serta pengalaman terkait perilaku tersebut.
Contoh Pertanyaan:
"Apa yang Anda pahami tentang 'munafik' dan 'keras hati'?"
"Menurut Anda, mengapa seseorang bisa memiliki sifat-sifat tersebut?"
"Bisakah Anda menyebutkan salah satu ciri orang munafik menurut pengetahuan Anda?"
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
Format: Observasi partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok, penilaian lembar kerja (analisis dalil, identifikasi ciri dan dampak, perumusan solusi), quiz singkat (Google Forms/Kahoot) tentang dalil atau ciri-ciri.
Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, memberikan umpan balik segera, dan mengidentifikasi area yang memerlukan bimbingan lebih lanjut.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
Observasi: Ceklis observasi untuk menilai kemampuan berdiskusi, menyampaikan pendapat, menghargai pandangan orang lain, dan menunjukkan sikap spiritual (Keimanan dan Ketakwaan).
Lembar Kerja: "Tuliskan terjemahan singkat QS. An-Nisa/4:142 dan sebutkan 2 ciri munafik berdasarkan ayat tersebut." atau "Berikan 3 contoh dampak negatif dari sifat keras hati."
Pertanyaan Lisan: "Menurut kelompokmu, mengapa sifat keras hati dapat menghambat kemajuan seseorang?"
Quiz: Pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang dalil dan pengertian munafik/keras hati.
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
Format: Tes Tertulis (esai/uraian), Penilaian Proyek (produk kampanye mini dan presentasinya), Jurnal Refleksi Diri.
Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai oleh peserta didik.
Contoh Pertanyaan dan Tugas:
Tes Tertulis (Esai/Uraian):
"Jelaskan pengertian munafik dan keras hati menurut perspektif Islam, serta sebutkan dalil yang mendasarinya (minimal 1 ayat Al-Qur'an dan 1 hadis)."
"Analisis mengapa sifat munafik dan keras hati dapat menyebabkan kemunduran bagi individu dan umat. Berikan contoh kasus nyata yang relevan."
"Apa saja upaya konkret yang dapat Anda lakukan untuk menghindari sifat munafik dan keras hati dalam interaksi sehari-hari?"
Penilaian Proyek (Produk dan Presentasi):
Produk (Poster/Infografis/Video/Podcast): Rubrik penilaian mencakup: kesesuaian konten dengan materi, kreativitas, kejelasan pesan, kekuatan argumen persuasif, dan penggunaan bahasa yang baik.
Presentasi: Rubrik penilaian mencakup: kepercayaan diri, kelancaran berbicara, kemampuan menjelaskan, ketepatan waktu, dan kemampuan berinteraksi dengan audiens.
Jurnal Refleksi Diri:
"Setelah mempelajari bab ini, tuliskan pelajaran penting yang Anda dapatkan tentang diri Anda sendiri terkait sifat munafik atau keras hati. Bagaimana Anda berencana untuk mengaplikasikan pelajaran ini dalam kehidupan sehari-hari Anda?" (Penilaian fokus pada kedalaman refleksi, kesadaran diri, dan komitmen perubahan perilaku).