🕌 Pertemuan 1 – Memahami Konsep Inovasi (Tajdid) dalam Islam
⏰ Waktu: 2 x 45 menit
1. Pengertian Inovasi (Tajdid) dalam Islam
Tajdid secara bahasa: pembaruan atau menghidupkan kembali.
Dalam ajaran Islam: usaha mengembalikan pemahaman agama sesuai dengan kemurnian Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menyesuaikan metode penerapannya dengan perkembangan zaman tanpa mengubah pokok ajaran.
“Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini pada setiap seratus tahun orang yang memperbarui (tajdid) urusan agamanya.” (HR. Abu Daud)
2. Pentingnya Sikap Inovatif
Dalil Naqli:
QS. Ar-Ra’d: 11 → “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Hadis Nabi tentang pentingnya ijtihad ketika menghadapi persoalan baru.
Dalil Aqli: Akal manusia diciptakan untuk berpikir kreatif, mencari solusi, dan memperbaiki keadaan.
Dalam organisasi & masyarakat: inovasi menjaga keberlangsungan, meningkatkan kualitas, serta menjawab tantangan zaman.
3. Ciri-ciri Individu Inovatif dalam Islam
Berpikir terbuka dan mau belajar.
Memiliki keberanian mencoba hal baru.
Berorientasi pada kemaslahatan umat.
Berlandaskan nilai iman, takwa, dan akhlak mulia.
Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip syariat.
4. Contoh Perilaku Inovatif
Membuat program kerja OSIS yang kreatif dan bermanfaat.
Menciptakan metode belajar kelompok yang lebih efektif.
Menggunakan teknologi secara positif (misalnya aplikasi Islami untuk tadarus).
Berinovasi dalam kegiatan sosial, seperti bakti lingkungan atau ekonomi kreatif Islami.
Dokumentasi kegiatan pembelajaran siswa dalam menerapkan nilai inovasi dan etika berorganisasi
🕌 Pertemuan 2 – Etika dalam Berorganisasi Perspektif Islam
⏰ Waktu: 2 x 45 menit
1. Konsep Etika dalam Berorganisasi
Etika (akhlaq): nilai dan norma yang menjadi pedoman perilaku.
Dalam Islam, etika berorganisasi adalah penerapan akhlak mulia dalam mengelola dan menjalankan organisasi.
Dasar:QS. Ali Imran: 159 → prinsip musyawarah, lemah lembut, dan saling memaafkan.
2. Prinsip-prinsip Etika Islam dalam Organisasi
Amanah → dapat dipercaya.
Tanggung jawab → siap menanggung konsekuensi.
Musyawarah (syura) → pengambilan keputusan bersama.
Adil → tidak diskriminatif.
Profesionalisme → bekerja dengan sungguh-sungguh dan kompeten.
Transparansi & Kejujuran → terbuka dan tidak menyembunyikan kebenaran.
3. Dampak Positif Etika Islam dalam Organisasi
Meningkatkan kepercayaan antar anggota.
Menguatkan solidaritas & ukhuwah.
Menumbuhkan budaya kerja sama dan gotong royong.
Melahirkan pemimpin yang adil dan bertanggung jawab.
Memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
4. Penerapan Etika dalam Kehidupan Nyata
Di sekolah: aktif dalam organisasi (OSIS, Rohis, Pramuka) dengan disiplin, kerja sama, dan kejujuran.
Di masyarakat: ikut serta dalam kegiatan sosial dengan sikap amanah, musyawarah, dan adil.
Dalam keluarga: membantu pengelolaan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab.