Hadis → penjelasan Nabi tentang iman, Islam, ihsan, serta prediksi munculnya firqah-firqah (golongan) dalam Islam.
Pemikiran manusia → kemampuan akal untuk berpikir (tafakkur, tadabbur).
Insting/fitrah → dorongan alami untuk meyakini adanya Tuhan.
4. Metodologi Ilmu Kalam
Dalil Naqli: bersumber dari Al-Qur’an & Hadis.
Dalil Aqli: argumentasi logis dan rasional.
Dari sini lahir dua corak pemikiran:
Kalam rasional
Kalam tradisional
5. Tujuan Ilmu Kalam
Menolak akidah yang sesat.
Menguatkan iman dengan pendekatan filosofis dan logis.
Memperkokoh sistem nilai Islam (iman, Islam, ihsan).
Menjawab tantangan pemikiran teologi dari luar Islam.
6. Manfaat Mempelajari Ilmu Kalam
Memperkuat pengetahuan agama → QS. Al-A’raf:52.
Menjadi benteng dari penyimpangan → QS. Al-Baqarah:257.
Membentuk pribadi istiqamah (konsisten) → QS. Al-Ahqaf:13.
✅ Kesimpulan
Ilmu Kalam adalah fondasi penting untuk memperkuat akidah umat Islam. Ia menggunakan dalil wahyu dan logika sehingga umat tidak mudah terjerumus ke dalam pemikiran yang menyimpang.