Q.S. Luqman/31:13-14
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu.”
Q.S. al-Baqarah/2:83
“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: Janganlah kamu menyembah selain Allah; dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin; serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia; dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu berpaling kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang.”
📌 Kandungan Pokok Ayat
Larangan mempersekutukan Allah (syirik adalah kezaliman besar).
Perintah beribadah hanya kepada Allah.
Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.
Pentingnya bersyukur kepada Allah dan orang tua.
Perintah berbuat baik kepada kerabat, yatim, miskin, dan berkata yang baik.
Pentingnya salat dan zakat sebagai pilar ibadah sosial-spiritual.
🎯 Aktivitas Belajar
Membaca ayat dengan tartil secara individu.
Identifikasi hukum tajwid dalam ayat (ikhfa’, idgham, mad, dll.).
Diskusi kelompok: apa pesan utama ayat tentang hubungan dengan Allah dan orang tua.
Refleksi pribadi: pengalaman saat berterima kasih kepada orang tua.
📌 Pertemuan 2 – Menganalisis Hadis dan Hikmah Perilaku Hormat dan Patuh
📖 Hadis tentang Hormat kepada Orang Tua dan Guru
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengetahui hak ulama.” (HR. Ahmad)
📌 Analisis Kandungan
Hubungan iman dengan keridhaan orang tua.
Pentingnya menghormati guru sebagai pewaris ilmu.
Hormat adalah cermin akhlak mulia dan jalan menuju keberkahan hidup.
📌 Hikmah Perilaku Hormat dan Patuh
Mendapat keridhaan Allah.
Mempererat hubungan keluarga dan sekolah.
Membentuk kepribadian yang rendah hati.
Menjadi teladan dalam masyarakat.
🎯 Aktivitas Belajar
Diskusi kelompok: bandingkan pesan Al-Qur’an (ayat) dengan hadis.
Analisis kasus: bagaimana sikap seorang siswa saat orang tua/guru menegur dengan tegas?
Membuat poster/infografis bertema “Hormati Orang Tua & Guru = Hidup Bermakna”.
📌 Pertemuan 3 – Menginternalisasi dan Mengaplikasikan Perilaku Hormat dan Patuh
📌 Contoh Perilaku Hormat & Patuh
Mengucapkan salam dan berbicara sopan.
Mendengarkan dengan baik ketika orang tua/guru berbicara.
Membantu orang tua tanpa diminta.
Menjalankan nasihat guru dengan ikhlas.
📌 Aksi Nyata
Membuat Rencana Aksi Pribadi:
Contoh: “Saya berkomitmen untuk tidak membantah orang tua dengan suara keras.”
“Saya akan mengucapkan terima kasih setiap kali guru memberi ilmu.”
🎯 Aktivitas Belajar
Studi kasus: bagaimana sikap seorang siswa ketika diminta membantu pekerjaan rumah, sementara ia sibuk dengan HP?
Simulasi/role play: percakapan sopan antara murid dan guru/orang tua.
Proyek kreatif: membuat video pendek tentang hormat kepada orang tua/guru.
Refleksi jurnal: menuliskan pengalaman pribadi terkait hormat dan patuh.
📌 Kesimpulan Bab 2
Kehidupan bermakna terwujud dengan menggabungkan ibadah kepada Allah dan berbakti kepada orang tua serta menghormati guru.
Hormat dan patuh adalah jalan menuju ridha Allah dan menjadi kunci keberhasilan hidup.
Implementasi nilai ini membuat pribadi lebih bersyukur, rendah hati, dan berakhlak mulia.